Tampilkan postingan dengan label SIMDIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIMDIK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 November 2015

Penggunaan Rumus If

Rumus IF merupakan salah satu fungsi paling umum yang digunakan dalam Microsoft Excel. Fungsi IF atau yang juga bisa diartikan “jika”, digunakan untuk mengecek suatu kondisi. Apabila kondisi terpenuhi maka fungsi akan mengambil suatu nilai, dan sebaliknya apabila kondisi tersebut tidak terpenuhi maka akan diambil nilai yang lain. dengan kata lain, fungsi IF disebut fungsi syarat. Jika suatu nilai mempunyai syarat dan dapat bernilai benar apabila syarat terpenuhi serta bernilai salah jika syarat tidak terpenuhi.Sintaks Dasar Fungsi Rumus IF
IF(logical_test_value,value_if_true,value_if_false)
Keterangan:
  • logical_test_value : kondisi logika atau syarat yang akan mengembalikan nilai benar atau salah.
Misalnya: A2>B2, A2<=B2, dll.
  • value_if_true : nilai yang diberikan apabila kondisi di atas benar
  • value_if_false : nilai yang diberikan apabila kondisi di atas salah
Ada beberapa jenis penerapan fungsi IF pada Microsoft Office Excel, di antaranya:
  • Fungsi IF dengan satu test logika atau IF tunggal, digunakan apabila hanya ada satu syarat yang dipakai untuk memperoleh nilai yang benar. Bentuk penulisannya sederhana yaitu:
=IF(syarat,”nilai_benar”,”nilai_salah”)
  • Fungsi IF dengan dua test logika, digunakan apabila ada dua syarat yang dipakai untuk memperoleh nilai yang benar. IF seperti ini biasanya dikembangkan dengan salah satu fungsi AND atau OR.
-        Fungsi AND digunakan apabila kedua syarat merupakan kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai yang benar. Bentuk penulisannya:
=IF(AND(syarat1,syarat2),”nilai_benar”,”nilai_salah”)
-        Fungsi OR digunakan apabila salah satu syarat adalah merupakan kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai yang benar. Bentuk penulisannya:
=IF(OR(syarat1,syarat2),”nilai_benar”,”nilai_salah”)
  • Fungsi IF bercabang, digunakan apabila terdapat banyak tingkat pengujian test atau syarat. Bentuk penulisannya:
=IF(syarat,”nilai_benar”,IF(syarat,”nilai_benar”,IF(syarat,”nilai_benar”,…)))
Langkah-langkah penulisan fungsi IF:
  • Klik pada sel yang akan diisi
  • Awali penulisan rumus dengan tanda sama dengan (=)
  • Ketik kata IF
  • Lanjutkan dengan tanda kurung
  • Masukkan logical test atau syarat yang dapat berupa nilai suatu cell atau bisa berupa formula
  • Beri tanda koma (,) atau titik koma (;) untuk memisahkan antara logical_test, value_if_true dan value_if_false
  • Masukkan value_if_true yang artinya apabila logical_test benar maka teks ini yang akan dihasilkan
  • Masukkan value_if_false yang artinya apabila logical_test salah maka teks ini yang akan dihasilkan
  • Beri tanda petik(“ “) pada statement yang berupa kalimat
  • Jangan lupa untuk mengakhiri rumus dengan tanda tutup
  • Tekan enter dan copy formula-nya ke sel di bawahnya
Tips Menggunakan Fungsi IF dalam Excel
  • Jumlah fungsi IF yang diperbolehkan untuk dipakai dalam sebuah formula yang menggunakan IF bersarang () adalah maksimal 64.
  • Untuk mendapatkan nilai dari hasil perbandingan, alternatif selain menggunakan fungsi IF() yang begitu banyak adalah menggunakan fungsi lainnya seperti fungsi VLOOKUP, HLOOKUP, LOOKUP atau CHOOSE.
  • Untuk mendapatkan hasil dengan berdasarkan data teks atau bilangan tertentu maka pertimbangkan untuk menggunakan fungsi-fungsi pendukung lainnya seperti COUNTIF, COUNTIFS, SUMIF and SUMIFS.
Ada banyak fungsi yang digunakan dalam Microsoft Excel sebagai penunjang sistem pendataan dan pembukuan organisasi. Salah satu yang paling umum adalah rumus IF yang merupakan fungsi logika dimana suatu nilai mempunyai syarat dan dapat bernilai benar apabila syarat tersebut terpenuhi, sebaliknya akan bernilai salah apabila syaratnya tidak terpenuhi.
Contoh Penggunaan Rumus IF
Sebagai salah satu rumus excel lengkap yang disediakan oleh Microsoft Excel, fungsi logika dengan memakai rumus IF bisa digunakan dengan 2 model, yaitu if tunggal dan if ganda.
IF Tunggal
Misalnya dalam kasus penentuan apakah seorang siswa lulus ujian TIK atau tidak. Syarat kelulusan yaitu nilai kurang dari 75 maka harus remidi dan apabila mendapatkan nilai mulai dari 75 ke atas maka lulus.
contoh penggunaan rumus if tunggal excel
Sesuai dengan syarat yang digunakan, maka rumusnya
=IF(B3<75,”REMIDI”,”LULUS”)
Dan hasilnya
perhitungan hasil rumus if tunggal
IF Majemuk
Syarat atau kondisi pada rumus ini adalah lebih dari dua, dimana hasil pertama, kedua, ketiga dan seterusnya akan sesuai dengan syarat tersebut, sedangkan syarat terakhir tidak sesuai dengan syaratnya.
Rumus: =IF(KONDISI,”NILAI BENAR1”, IF(KONDISI2,”NILAI BENAR2”,”NILAI SALAH”)
Dari contoh kasus di atas, disyaratkan apabila :
  • nilai <50, maka Gagal
  • nilai 50 sampai <75, maka Remidi
  • nilai >=75, maka Lulus
sehingga rumusnya menjadi
=IF(B3<50;”GAGAL”;IF(B3>=75;”REMIDI”;”LULUS”))
dan hasilnya
hasil perhitungan rumus if majmuk/ganda
Tutorial Fungsi Rumus IF ini adalah pelengkap dari materi pemakaian rumus IF logika sebelumnya, yaitu:
3. Pembahasan rumus IF dalam Excel khususnya  2007
Tutorial rumus IF Excel kali ini adalah seri 3 rumus sakti dalam Microsoft Excel. 2 rumus excel penting lainnya adalah:
Penggunaan rumus if logika dalam Microsoft Excel ini mendapat porsi yang cukup penting, mengingat logika adalah bahan dasar dari sebuah perhitungan. Menarik bukan? Excel produk dari Microsoft office ini memang benar-benar sangat membantu. Selamat belajar dan bekerja.

Cara Membuat Daftar Isi Otomatis dan Manual

Setiap tulisan berupa makalah, proposal ataupun skripsi tidak terlepas dengan membuat daftar isi, bagi pemula membuat daftar isi merupakan hal yang rumit, namun jika tau selahnya sebenarnya membuat daftar isi ini sangatlah mudah. Autada memberikan solusi bagi Anda bagaimana cara membuat daftar isi di word dengan sangat mudah, baik secara otomatis maupun secara manual.

1. Membuat Daftar Isi Cara Manual
Cara manual merupakan cara yang paling sering digunakan, karena biasanya skripsi ataupun proposal dipisah antara bab yang satu dengan bab yang lain sehingga membuat daftar isi cara otomatis tidak bisa diterapkan pada proposal ataupun skripsi.
  • Ketiklah terlebih dahulu daftar isi beserta halaman di akhir judul, setelah selesai semua kemudian blok semua lalu klik kanan pada lembar kerja, pilih Paragraph.
  • Pilih Tabs.
  • Dibutuhkan tiga kali Anda harus mengisi angka pada "Tab stop position" 
  1. isikan 2 (artinya 2 cm dari margin kiri) Pada bagian leader pilih 2,lalu klik set;
  2. isikan 13,7 lalu Pada bagian leader pilih 2 (titik-titik), lalu klik set;
  3. isikan 14,5 pada bagian Alignment pilih Right, pada bagian Leader pilih 1 (None), lalu klik set, kemudian klik OK
  • Tempatkan krusor ketikan diantara akhir judul dan sebelum nomor halaman, lalu tekan Tab pada keyboard Anda sebanyak 2x

2. Membuat Daftar Isi Cara Otomatis
Cara membuat daftar isi otomatis ini memang cara cepat membuat daftar isi, namun jarang orang menggunakannnya, namun untuk menambah wawasan kita, sebaiknya kita ulas juga dengan singkat.
  • tuliskanlah judul “DAFTAR ISI” pada halaman atas, maka selanjutnya klik option “heading 1″ pada menu Home.

  • lalu beralih ke menu References, dan klik “Table Of Contents” (terletak paling kiri pada deretan submenu). Pada submenu itu disediakan pilihan, misalkan kita pilih salah satunya  yaitu “manual table”, langsung saja klik.

  • Kemudian, Anda tinggal meng-edit secara manual sesuai dengan keinginan Anda, baik huruf maupun nomornya. Contoh yang telah jadi bisa dilihat pada gambar dibawah




Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS WordDalam kegiatan sehari-hari, sering kali kita harus membuat banyak dokumen yang sama dengan isi yang berbeda, misalnya undangan, sertifikat, piagam dan lain sebagainya. Dokumen seperti itu tentu dibuat dalam jumlah yang banyak dengan isi yang sama dan sedikit sekali yang berbeda. Biasanya perbedaan dalam dokumen tersebut misalnya nama, alamat, no telepon, jabatan dan lain-lain.
Dengan adanya kasus seperti di atas, kita dapat memanfaatkan fasilitas pada Microsoft Word yang disebut dengan Mail Merge. Fasilitas Mail Merge digunakan khusus untuk keperluan pembuatan dokumen seperti di atas. Kita cukup membuat satu dokumen dan bagian yang berbeda (nama, alamat, dll) disimpan dalam list file yang berbeda.
Kali ini kita akan belajar untuk membuat sertifikat penghargaan untuk peserta sebuah seminar. Kita akan memasukkan nama dan asal sekolah secara otomatis menggunakan Mail Merge.
Pertama, kita buat format halaman sertifikat menggunakan Microsoft Word. Perhatikan contoh berikut ini:
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Perhatikan bagian nama dan asal sekolah kita biarkan kosong karena kita akan mengisinya secara otomatis menggunakan Mail Merge.
Langkah berikutnya adalah membuat daftar nama yang akan kita isikan pada sertifikat tersebut. Klik pada menu Mailings > Start Mail Merge. Akan muncul pilihan di sisi kanan, pilih Letters > Next : Starting document.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Kemudian pilih: Use the current document > Next: Select Recipients.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Karena kita belum membuat daftar nama penerima dan akan membuat yang baru, maka pilih: Type a new list > Create. Akan muncul jendela New Address List. Pada tahap ini telah disediakan data default antara lain Title, First Name, Last Name, dst. Karena kita hanya akan mengisi nama dan asal sekolah, maka kita akan menghapus semuanya dan membuat yang baru. Klik Customize Columns.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Hapus semua yang ada di Field Names menggunakan tombol Delete.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Kemudian tambahkan Nama dan Asal Sekolah dengan mengklik tombol Add.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Sehingga akan menjadi seperti ini:
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word
Kemudian klik OK.

Sekarang kita dapat mengisi data Nama dan Asal Sekolah, untuk menambahkan data klik New Entry. Cobalah isi beberapa data agar nanti dapat terlihat efek dari Mail Merge.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Jika sudah selesai mengisi data, klik OK dan akan muncul jendela pengatan untuk menyimpan file list nama ini, sebagai contoh kita simpan dengan nama daftar_nama, klik Save.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Langkah terakhir akan muncul jendela konfirmasi nama dan asal sekolah yang kita isi tadi. Di sini kita dapat memilih nama-nama yang akan kita gunakan dengan memberi tanda check, klik OK.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Untuk menggabungkan daftar nama yang telah kita buat ke dalam sertifikat tadi, letakkan kursor di mana kita ingin nama peserta muncul, kemudian pada menuMailings klik Insert Merge Field dan pilih Nama. Perhatikan gambar berikut:
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Lakukan hal yang sama untuk Asal Sekolah sehingga hasilnya seperti ini:
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Untuk menampilkan nama dan alamat dari daftar yang kita buat tadi, klik Preview Result, sehingga muncul nama dan alamat yang sesuai. Anda dapat menggunakan tombol panah ke kiri dan kanan untuk berpindah antar nama.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Sampai di sini, kita sudah berhasil membuat Mail Merge pada Microsoft Word. Untuk mencetak seluruh nama-nama tadi, kita tidak perlu menekan tombol print berulang-ulang, cukup dengan satu klik kita dapat mencetak semuanya. Pada bagian Finish & Merge pilih Print Documents.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word
Kita dapat mencetak seluruh dokumen sesuai banyaknya nama yang kita isi (All), mencetak nama yang sedang muncul (Current record) atau mencetak pada nomor urut tertentu.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word
Fasilitas Mail Merge pada Microsoft Word ini sangat bermanfaat bagi kita, semoga tutorial singkat ini juga dapat bermanfaat bagi Anda. Terima kasih.

UPDATE:
Dikarenakan ada pembaca yang menanyakan bagaimana jika kita sebelumnya sudah memiliki daftar nama di MS Excel dan ingin menggunakannya sebagai entri mail merge, maka berikut ini saya jelaskan langkah-langkahnya:
Pertama buat daftar yang akan digunakan pada MS Excel, sebagai contoh di bawah ini saya akan mengisikan Nama dan Alamat, Anda dapat mengisikan data sebanyak mungkin. Kemudian simpan, misalnya dengan nama Daftar Siswa.xlsx.

Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Setelah itu, kita berpindah ke MS Word dan membuat layout dokumen, seperti pada contoh sebelumnya kali ini kita tetap menggunakan dokumen piagam atau sertifikat yang akan diisi nama dan alamatnya menggunakan file MS Excel yang kita buat sebelumnya.
Klik pada menu Mailings > Select Recipients > Use an Existing Lists... 

Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Akan muncul jendela Select Data Source, di sini kita akan mengambil file Excel yang sudah kita buat tadi, oleh karena itu kita perlu mengganti tipe file di bagian kanan bawah dan pilih Excel Files (*.xlsx,*xlsm,*xlsb,*.xls). Tipe file ini mungkin berbeda-beda tiap komputer, namun intinya kita memilih tipe file Excel. Maka file excel kita akan muncul, pilih dan klik tombol Open.

Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word

Jika muncul jendela Select Table, pilih Sheet yang ingin digunakan, karena pada contoh kita hanya memiliki satu sheet, maka yang muncul hanya Sheet1. Perhatikan juga pilihan di bagian bawah kiri yang tertulis "First row of data contains column headers", aktifkan pilihan ini jika data kita di MS Excel sebelumnya memiliki header atau judul tabel. Pada contoh terdapat header yang tertulis NAMA dan ALAMAT, jadi kita perlu mencentangnya sehingga baris tersebut tidak akan dianggap sebagai salah satu data. Setelah itu klik OK.
Langkah-Langkah Membuat Mail Merge pada MS Word
Langkah berikutnya adalah mengisikan list ke dokumen, tempatkan kursor dimana kita akan menempatkan data NAMA, lalu klik menu Mailings > Insert Merge Field > NAMA. Lakukan hal yang sama untuk ALAMAT. Untuk memunculkan datanya klik tombol Preview Results.

sumber : http://www.broari.com/2014/01/membuat-mail-merge-pada-ms-word.html

Cara Mengatur Margin


Cara Mengatur Margin dan Ukuran Kertas Pada Microsoft Word Setelah selesai menulis menggunakan Microsoft Word dan untuk mencetak hasilnya menggunakan printer, tentu anda juga perlu mengatur ukuran kertas yang akan digunakan untuk mencetak dokumen. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa ukuran kertas sesuai saat dicetak nanti. Misalkan ketika anda ingin menggunakan kertas dengan ukuran A4 atau Folio, maka terlebih dahulu anda harus mengatur margin dan ukuran kertasnya. Jika tidak, maka nantinya tampilan dokumen setelah dicetak menjadi tidak beraturan. 

Dan bagi anda yang saat ini mengatur margin dan ukuran kertas sebelum mencetak dokumen, namun belum mengetahui bagaimana caranya, tak perlu khawatr, berikut ini tim bisikan.com akan membantu dan memandu anda bagaimana mengatur margin dan merubah ukuran kertas.

Inilah dia langkah-langkahnya 

  1. Langkah pertama, pastikan dokumen yang ingin anda cetak telah aktif atau telah terbuka. Cara untuk membuka dokumen ini bisa anda lakukan dengan membuka terlebih dahulu Microsoft Word, kemuidan klik ikon Microsoft dan pilih menu Open, kemudian cari pada drive mana dokumen disimpan, setelah didapat klik pada dokumen dan klik tombol open. 
  2. Jika dokumen telah terbuka, pastikan jika tab yang anda pilih pada menu bar adalah tab Page Layout. 
  3. Selanjutnya klik pada kolom Page Setup, silahkan klik pada menu Margins. 
  4. Dengan begitu akan muncul pilihan margin, silahkan pilih salah satu margin yang ingin anda gunakan.
  5. Atau jika anda ingin mengatur margin dengan ukuran yang anda inginkan, maka anda bisa menggunakan custom Margin. Silahkan masukan ukuran yang anda inginkan. 
  6. Sementara untuk mengatur ukuran kertas, klik tab Paper, pada kolom Paper Size, sesuaikan ukuran apa yang anda inginkan. 
  7. Jika sudah selesai, jangan lupa klik tombol OK. Dengan begitu kini ukuran margin telah berubah. 

Selasa, 24 November 2015

Bagian Dan Fungsi Keyboard

Keyboard (Papan ketik)


keyboard
Gambar 1 :  Papan Ketik
Papan ketik (bahasa Inggris: keyboard) atau kibor adalah peranti untuk mengetik atau memasukkan huruf, angka, atau simbol tertentu ke perangkat lunak atau sistem operasi yang dijalankan oleh komputer.                                                                                       Papan ketik terdiri atas tombol-tombol berbentuk kotak dengan huruf, angka, atau simbol yang tercetak di atasnya. Dalam beberapa sistem operasi, apabila dua tombol ditekan secara bersamaan, maka akan memunculkan fungsi khusus atau pintasan yang telah diatur sebelumnya. Ada berbagai jenis tata letak tombol pada papan ketik. Akan tetapi, yang paling populer dan umum digunakan adalah tata letak QWERTY, meniru sistem tata letak mesin ketik. Papan ketik tipe baru biasanya mempunyai tombol tambahan di atas tombol fungsi (F1, F2, dst.) untuk mempermudah pengguna dalam mengoperasikan komputer. Selain itu, papan ketik baru juga sudah banyak yang mendukung teknologi nirkabel.
SEJARAH KEYBOARD
Kamu tahu kan apa yang dinamakan dengan Keyboard…??
Dahulu orang banyak yang menggunakan mesin ketik baik yang biasa maupun mesin ketik listrik. Nah, keyboard mempunyai kesamaan bentuk dan fungsi dengan mesin ketik. Perbedaannya terletak pada hasil output atau tampilannya. Bila kita menggunakan mesin ketik, kita tidak dapat menghapus atau membatalkan apa-apa saja yang sudah ketikkan dan setiap satu huruf atau simbol kita ketikkan maka hasilnya langsung kita lihat pada kertas. Tidak demikian dengan keyboard. Apa yang kita ketikkan hasil atau keluarannya dapat kita lihat di layar monitor terlebih dahulu, kemudian kita dapat memodifikasi atau melakukan perubahan-perubahan bentuk tulisan, kesalahan ketikan dan yang lainnya. Seperti juga “mouse”, keyboard dihubungkan ke komputer dengan sebuah kabel yang terdapat pada keyboard. Ujung kabel tersebut dimasukkan ke dalam port yang terdapat  pada CPU komputer.
Keyboard adalah Alat input yang digunakan untuk mengetik informasi ke dalam komputer dan menjalankan berbagai intruksi atau perintah ke dalam komputer. Penciptaan keyboard komputer diilhami oleh penciptaan mesin ketik yang dasar rancangannya dibuat oleh Christopher Latham tahun 1868 dan banyak dipasarkan pada tahun 1877 oleh Perusahaan Remington.
Keyboard komputer pertama disesuaikan dari kartu pelubang (punch card) dan teknologi pengiriman tulisan jarak jauh (Teletype). Tahun 1946 komputer ENIAC menggunakan pembaca kartu pembuat lubang (punched card reader) sebagai alat input dan output.
Bila mendengar kata “keyboard” maka pikiran kita tidak lepas dari adanya sebuah komputer, karena keyboard merupakan sebuah papan yang terdiri dari tombol-tombol untuk mengetikkan kalimat dan simbol-simbol khusus lainnya pada komputer. Keyboard dalam bahasa Indonesia artinya papan tombol jari atau papan tombol.
Pada keyboard terdapat tombol-tombol huruf A – Z, a – z, angka 0 – 9, tombol dan karakter khusus seperti : ` ~ @ # $ % ^ & * ( ) _ – + = < > / , . ? : ; “ ‘ \ | serta tombol-tombol khusus lainnya yang jumlah seluruhnya adalah 104 tombol. Sedangkan pada Mesin ketik jumlah tombolnya adalah 52 tombol. Bentuk keyboard umumnya persegi panjang, tetapi saat ini model keyboard sangat variatif. Keyboard yang paling terkenal adalah keyboard QWERTY yang memiliki 101 buah key (tombol). Kebanyakan keyboard memiliki key yang disusun ke dalam bagian sebagai berikut :
A. Alphanumeric Key
B. Numerik Keypad
C. Function Key
D. Modifier Key
E. Cursor Movement Key.
Tata letak keyboard
Komputer dapat menggunakan berbagai jenis tata letak keyboard (papan ketik), supaya pengguna dapat memasukkan data dalam bahasa yang berbeda-beda. Tata letak standar yang digunakan untuk bahasa Inggris adalah QWERTY. Selain ini, ada banyak alternatif yang diusulkan, antara lain yang paling terkenal adalah Dvorak.

Perbandingan tata letak alternatif
Umumnya cara yang digunakan untuk mengukur manfaat dari satu jenis tata letak tertentu antara lain adalah dengan mengukur jarak yang diperlukan oleh jari pengetik pada saat ia harus mengetikkan teks, jumlah pergantian tangan dan jari, dan jumlah tombol yang ditekan yang berada pada baris utama.
Tata letak keyboard untuk teks dengan alfabet non-Roman
Bahasa Arab
Keyboard_Layout_Arab
Gambar 2 :  Keyboard dalam Bahasa Arab

Bahasa rusia
Keyboard_bahasa Russia
Gambar 3 : Keyboard dalam Bahasa Rusia
Bahasa Yunani
Keyboard_Layout_yunani

Gambar 4 : Keyboard dalam Bahasa Yunani

Bahasa Ibrani
Keyboard_Layout_ibrani
Gambar 5 : Keyboard dalam Bahasa Ibrani

Bahasa rusia
Keyboard_bahasa Russia
Gambar 6 : Keyboard dalam Bahasa Rusia
Mereka yang tidak memiliki keyboard Sirrilik sering kali menggunakan tata letak fonetis, misalnya ‘А’ dituliskan dengan menggunakan tombol ‘A’, ‘Б’ dengan tombol ‘B’, ‘Д’ by dengan tombol ‘D’, dan seterusnya.
Cara kerja dari keyboad antara lain sebagai berikut:

1. Ketika tombol ditekan, tombol tersebut akan menekan sebuah karet yang ada    dibawah tombol tersebut.                                                                                                                   2. Karet tersebut terhubung dengan sebuah chip yang mana akan mentransmisikan sinyal yang didapat ketika tombol ditekan.
3. Sinyal yang ditransmisikan berbentuk kode-kode biner.
4. Data yang berbentuk biner tersebut akan digenerate oleh chip komputer.                     5. Setelah digenerate akan ditampilkan kembali menjadi tampilan asli berbentuk huruf pada layar monitor.
Fungsi tombol Keyboard
Keyboard mempunyai peranan yang begitu penting dalam satu unit komputer. Karena dengan adanya keyboard komputer dapat digunakan dengan baik. Seringkali dalam mengetik di komputer, tombol-tombol keyboard yang begitu banyak sangat mengganggu. Akan tetapi kalau kita sadari, setiap tombol yang ada mempunyai fungsi-fungsi yang nantinya akan mengaktifkan sesuatu atau menjalankan sebuah perintah.
Oleh karena itu, saya akan menjelaskan fungsi dari setiap tombol keyboard yang ada, diantaranya :
  1. Tombol ALT berfungsi bila penggunaannya dipasangkan dengan tombol lainnya seperti F4 misalnya yang berguna untuk ShutDown atau menutup Windows Program yang sedang aktif.
  2. Tombol CTRL akan berfungsi bila penggunaannya dipasangkan dengan tombol lainnya seperti tombol C atau disebut juga CTRL-C akan berguna untuk menyalin saatu objek yang ditunjuk ke dalam clipboard, yang nantinya dapat disalinkan pada area kerja yang ditentukan dengan menggunakan CTRL-V.
  3. Tombol F1 – F12 adalah tombol fungsi yang pemanfaatannya disesuaikan dengan sistem operasi atau aplikasi. Misal, F1 biasanya digunakan untuk menampilkan menu Help yang akan memberikan penjelasan mengenai aplikasi yang sedang berjalan
  4. Tombol ESC (Escape) adalah tombol yang kegunaanya sama dengan pilihan CANCEL, yaitu untuk membatalkan satu tahap pekerjaan.
  5. Tombol Enter adalah tombol yang kegunaanya sama dengan pilihan tombol OK, yaitu untuk menyatakan bahwa operasi yang dilakukan betul dan selesai. Enter juga dapat berarti menyisipkan baris kosong atau baris baru pada proses pemasukan text.
  6. Pada Window dialog, menekan tombol TAB berarti pindah ke field atau daerah isian atau pilihan berikutnya. Pada saat proses pengetikan, TAB berarti lompat ke penghentian TAB (tab-stop) terdekat.
  7. Tombol Arah berfungsi menggerakan penunjuk karakter (kursor) sesuai arah anak panah bersangkutan.
  8. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Backspace akan mengakibatkan karakter (huruf) disebelah kiri kursor terhapus.
  9. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Delete akan mengakibatkan karakter(huruf) disebelah kanan atau ditempat dimana kursor berada akan terhapus.
  10. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Home akan mengakibatkan kursor berpindah ke awal baris dimana kursor berada.
  11. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol End akan mengakibatkan kursor berpindah ke akhir baris dimana kursor berada.
  12. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Page Up akan mengakibatkan kursor berpindah ke atas sejauh satu layar dari kursor berada.
  13. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Page Down akan mengakibatkan kursor berpindah ke bawah sejauh satu layar dari kursor berada.
Untuk lebih jelasnya tombol  keyboard dibagi atas beberapa fungsi, antara lain :

#   Fungtion Key
F1  =   Kebanyakan digunakan untuk tombol help                                                                     F2  =  Digunakan untuk rename, change volume kalo di Ms. Excel atau OO. Calc                                                                                                                                                                      F3  =  Searching                                                                                                                                   F4  =  Biasanya kebanyakan ditambah dengan tombol Alt untuk bisa berfungsi dengan   baik dan berguna untuk menutup program
F5=Refresh                                                                                                                                            F6=Addressing                                                                                                                                      F7 = Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks
F8 = Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
F9 = Mengupdate Field (Mail Merge)
F10  =  Bila ditambah dengan tombol Shift, maka bisa berguna sebagai alternatif klik kanan.
F11 = Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
F12  = Untuk save as
#  Tombol Alternatif
Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar.
Prt Scr SysRq = Print screen (men-shoot tiap tampilan yang ada di monitor).
Scroll Lock = Untuk mengunci fungsi glidder dari sebuah mouse scroll.
Pause Break = Untuk merubah kondisi komputer menjadi stand by.
Tab = Loncat beberapa karakter
Caps Lock = Merubah karakter menjadi huruf besar.
Shift = Merubah karakter dan mengaktifkan fung symbol pada kondisi tertentu.
Shift + F10 = Alternatif klik kanan.
Ctrl = tombol ini akan berguna bila sudah di tambahi dengan beberapa penekanan pada tombol lain seperti :
Ctrl + A = Select All
Ctrl + B = Bold
Ctrl + C = Copy
Ctrl + D = Font
Ctrl + E = Center Alignment
Ctrl + F = Find
Ctrl + G = GoTo
Ctrl + H = Replace
Ctrl + I = Italic
Ctrl + J = Justify Alignment
Ctrl + K = Insert Hyperlink
Ctrl + L = Left Alignment
Ctrl + M = Hanging Indent
Ctrl + N = New
Ctrl + O = Open
Ctrl + P = Print
Ctrl + Q = Normal Style
Ctrl + R = Right Alignment
Ctrl + S = Save / Save As
Ctrl + T = Left Indent
Ctrl + U = Underline
Ctrl + V = Paste
Ctrl + W = Close
Ctrl + X = Cut
Ctrl + Y = Redo
Ctrl + Z = Undo
Ctrl + 1 = Single Spacing
Ctrl + 2 = Double Spacing
Ctrl + 5 = 1,5 lines
Ctrl + Esc = Start Menu
Ctrl + Alt + Del = Restart
Alt = juga akan berfungsi bila sudah dihubungkan dengan beberapa penekanan tombol pada keyboard seperti :
Alt + (tiap huruf pada sistem yang karakternya bergaris bawah)
= menuju ke perintah yang diharapkan
Alt + F4 = menutup program
[lambang Windows] = Mengaktifkan start menu.
[lambang Windows] + M = Me-minimize semua program.
[lambang Windows] + Shift + M = Me-maximize semua program.
[lambang Windows] + E = Membuka Windows Explorer.
Num Lock = Meng-aktifkan fungsi tombol numerikal yang ada disebelah kanan pada key board.
Home = Mengembalikan posisi kursor pada awal kalimat
End = Menaruh kursor pada posisi di akhir kalimat
Page Up/Pg Up = Untuk menaikkan layar per paragraph
Page Down/Pg Dn = Untuk menurunkan layar per paragraph
Del = Menghapus per karakter dari depan
Insert/ins = Untuk me-replace per karakter.
Backspace = Mengahapus per karakter dari belakang.
Space = Lompat satu karakter.
Arrows Keys = Untuk tombol navigasi.
#  Tombol Navigasi

Esc = Membatalkan dialog
Enter = Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatu paragraf
Tab = Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal
Windows = Mengktifkan Menu Start
Shortcut = Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor
Delete = Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor
Backspace = Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor
Insert = Menyisip karakter di posisi kursor
Home = Memindahkan posisi kurosr ke awal baris
End = Memindahkan posisi kurosr ke akhir baris
Page Up = Menggulung layar ke atas
Page Down = Menggulung layar ke atas
Up = Memindahkan kursor 1 baris ke atas
Down = Memindahkan kursor 1 baris ke bawah
Left = Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri
Right = Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan

Secara umum, struktur tombol pada keyboard terbagi atas 4, yaitu:
1. Tombol Ketik (typing keys)
Tombol ketik adalah salah satu bagian dari keyboard yang berisi huruf dan angka serta tanda baca. Secara umum, ada 2 jenis susunan huruf pada keyboard, yaitu tipe QWERTY dan DVORAK. Namun, yang terbanyak digunakan sampai saat ini adalah susunan QWERTY.
2. Numeric Keypad
Numeric keypad merupakan bagian khusus dari keyboard yang berisi angka dan sangat berfungsi untuk memasukkan data berupa angka dan operasi perhitungan. Struktur angkanya disusun menyerupai kalkulator dan alat hitung lainnya.
3. Tombol Fungsi (Function Keys)
Tahun 1986, IBM menambahkan beberapa tombol fungsi pada keyboard standard. Tombol ini dapat dipergunakan sebagai perintah khusus yang disertakan pada sistem operasi maupun aplikasi.
4. Tombol kontrol (Control keys)
Tombol ini menyediakan kontrol terhadap kursor dan layar. Tombol yang termasuk dalam kategori ini adalah 4 tombol bersimbol panah di antara tombol ketik dan numeric keypad, home, end, insert, delete, page up, page down, control (ctrl), alternate (alt) dan escape (esc).
Struktur Keyboard





Gambar 7 : Struktur Tombol Keyboard


Secara fisik, keyboard terbagi atas 4 bagian, yaitu:

1. Keyboard Serial
Menggunakan DIN 5 male dan biasanya digunakan pada komputer tipe AT.
Serial

Gambar 8 : Port pada Keyboard Serial







2. Keyboard PS/2
Biasanya digunakan pada komputer ATX dan saat ini yang paling banyak dipergunakan. Pemasangan keyboard tipe ini harus dilaksanakan dengan cermat, sebab port yang dimiliki sama dengan port untuk mouse.
PS2



Gambar 9 : Port pada Keyboard PS2 dan Konektor pada Motherboard

3. Keyboard Wireless
Sesuai dengan namanya, keyboard tipe ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung antara keyboard dengan komputer. Jenis koneksi yang digunakan adalah infra red, wifi atau bluetooth. Untuk menghubungkan keyboard dengan komputer, dibutuhkan unit pemancar dan penerima. Unit pemancar biasanya terdapat pada keyboard itu sendiri, sedangkan penerima biasanya dipasang pada port USB atau serial pada CPU.
wireless
Gambar 10 : Keyboard dan Mouse Wireless
4. Keyboard USB
Komputer terbaru saat ini sudah banyak yang mempergunakan jenis konektor USB yang menjamin transfer data lebih cepat
USB




Gambar 11 : Konektor USB
Tips menggunakan keyboard

Di masa sekarang ini telah tersedia berbagai macam produk keyboard yang ditujukan agar anda nyaman mengetik, meski dalam waktu lama. Namun yang lebih penting adalah bagaimana anda mengatur postur dan posisi tubuh anda, terutama lengan anda, sehingga anda bisa menghindari kelelahan dan cedera.
Untuk itu ada baiknya Anda ikuti tips berikut ini untuk menghindari cedera pada tangan Anda :
  1. Sejajarkan pergelangan tangan dengan telapak tangan. Upayakan pergelangan tangan anda selalu sejajar dengan telapak tangan. Lemaskan pergelangan tangan anda seperti mengambang. Jangan tegang.
  2. Posisi siku menggantung. Pastikan siku anda dalam posisi bebas menggantung. Menyandarkan siku pada sandaran kursi saat mengetik, selain menyulitkan anda untuk mengetik, juga membuat anda tegang dan cepat lelah.
  3. Lemaskan jari telunjuk dan jari manis anda. Kunci mengetik tanpa lekas lelah adalah melemaskan seluruh jari anda. Jangan kaku dan tegang. Biarkan lemas, rileks, apa adanya.
  4. Tekan tombol dengan tenang. Jangan menekan tombol dengan kuat atau mengalirkan kekuatan penuh pada tangan anda. Ingat, anda sedang mengetik, bukan memukul tombol keyboard.
  5. Bila tidak sedang mengetik. Lemaskan keseluruhan tangan bila sedang tidak memencet tombol di keyboard. Keadaan anda sebelum mengetik juga mempengaruhi kondisi anda di saat mengetik.
Sumber : https://dianafika.wordpress.com/2009/10/30/3/